Situasi saat aksi bersih-bersih di Hutan Kota Patriot.
Bekasi || Mediagardakeadilannews.com
Pemkot Bekasi memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, dengan menggelar aksi bersih-bersih serentak di berbagai titik strategis.Panduan Kota & Daerah
Adapun langkah tersebut menjadi bagian dari upaya progresif, untuk mewujudkan visi Indonesia Asri, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Aksi yang dipusatkan di kawasan Hutan Kota Patriot dan Alun-Alun M. Hasibuan itu tidak hanya fokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga diiringi dengan penanaman pohon sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau mendatang.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa persoalan sampah adalah tantangan nyata bagi setiap kota besar. Menurutnya, peringatan HPSN tahun ini harus menjadi momentum bagi warga, untuk mengubah cara pandang terhadap sampah.Panduan Kota & Daerah
"Langkah progresif dimulai dari penyadaran diri bahwa sampah bisa menjadi sahabat, yang menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Kita ingin kota ini tetap hijau dan teduh," ujar Tri saat ditemui di Hutan Kota Patriot Bekasi, Selasa (31/3/2026).
Tri menambahkan, gerakan bersih-bersih itu dilakukan di seluruh wilayah Kota Bekasi, tidak hanya terbatas di dinas-dinas tertentu. Ia menitikberatkan pada peran serta masyarakat, dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).Panduan Kota & Daerah
"Kesadaran mengurangi sampah harus dimulai dari rumah tangga. Kami berharap program seperti pembuatan lubang biopori atau pemanfaatan buis beton di masing-masing rumah, bisa efektif menekan jumlah sampah organik yang kita buang ke TPA," kata Tri.
Meski keberadaan bank sampah sudah mulai terlihat, Tri mengakui kontribusinya dalam pengurangan sampah secara keseluruhan masih relatif kecil. Hal ini disebabkan, karena pengolahan yang berjalan saat ini mayoritas masih menyasar sampah non-organik.
"Sampah yang paling banyak sebenarnya adalah organik. Kemarin terkendala musim hujan, sehingga proses pengolahan seperti budidaya maggot terhambat karena potensi telur yang sedikit dan beberapa lokasi bank sampah terdampak banjir," jelas Tri.
Terkait kendala lahan bagi bank sampah yang masih menumpang, Tri memastikan pendampingan akan terus dilakukan. Baginya, yang paling utama saat ini bukanlah sekadar jumlah unit bank sampah, melainkan bagaimana membangun kesadaran warga secara berkelanjutan.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme seluruh elemen masyarakat dan jajaran aparatur, yang terlibat dalam aksi bersih-bersih serentak tersebut.Panduan Kota & Daerah
"Kami sangat mengapresiasi semangat kolaborasi hari ini. HPSN bukan sekadar seremoni, tapi pengingat bahwa urusan sampah adalah tanggung jawab bersama. Saya melihat warga mulai peduli, dan ini adalah modal besar bagi kita," ungkap Kiswatiningsih.
Ia berharap, ke depan sistem tata kelola sampah di Kota Bekasi bisa semakin mandiri dan terintegrasi dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
"Harapan kami, aksi bersih-bersih ini menjadi budaya harian. DLH akan terus mengoptimalkan fasilitas pendukung, agar sampah non-organik bisa terkelola lebih baik dan sampah organik bisa tuntas di tingkat lingkungan," pungkasnya.
Pemkot Bekasi menargetkan aksi penanaman pohon hasil sumbangan masyarakat ini dapat tuntas pada akhir April 2026, sebagai persiapan menjaga ketersediaan air tanah sebelum memasuki musim kemarau pada bulan Mei mendatang.
(Redaksi)
