Ticker

6/recent/ticker-posts

Puncak MPLS 2026 di Gedung Juang Bekasi ; KCD Wilayah III Jabar Tanamkan Karakter Peduli Lingkungan Lewat MPLS 2026



Sekitar 600 siswa dari 12 sekolah mengikuti aksi ekologi sebagai Puncak MPLS 2026 di Gedung Juang Bekasi.

Kab.Bekasi || Mediagardakeadilannews.com 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah III menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 dengan menggelar *Aksi Ekologi Pancawaluya* di kawasan Gedung Juang, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang melibatkan sekitar 500 hingga 600 siswa dari 12 sekolah* ini tidak hanya menjadi penutup MPLS, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter melalui aksi nyata menjaga lingkungan hidup. Para peserta melakukan kerja bakti membersihkan kawasan Gedung Juang sekaligus menanam pohon sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian alam.

Kepala KCD Wilayah III Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Rina Parlina, S.I.P., M.M., mengatakan Aksi Ekologi dipilih sebagai puncak MPLS karena pendidikan karakter harus diwujudkan melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya peduli terhadap lingkungan sekolah, tetapi juga terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Mereka harus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam," ujar Rina.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai *Pancawaluya,* khususnya karakter *bageur,* yang mengajarkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter kuat, berintegritas, berprestasi, serta siap menyongsong *Indonesia Emas 2045.*

Libatkan Komunitas dan Berbagai Instansi

Aksi Ekologi melibatkan berbagai unsur, mulai dari *Komunitas Pandawa Five Point O,* Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, hingga ratusan peserta didik.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan.

Penanaman Pohon Jadi Simbol Kepedulian

Selain membersihkan lingkungan, peserta juga melakukan penanaman pohon di kawasan Gedung Juang.

Langkah tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga ruang publik tetap hijau, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Rina berharap aksi serupa tidak berhenti pada momentum MPLS, melainkan menjadi budaya yang terus dilakukan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal siswa.

Kepedulian Lingkungan Dimulai dari Hal Sederhana

Menurut Rina, persoalan banjir yang masih sering terjadi di wilayah Bekasi menjadi pengingat pentingnya membangun budaya menjaga kebersihan sejak usia sekolah.

Ia mengajak para pelajar membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai kontribusi nyata terhadap masa depan daerah.

"Hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama," katanya.

Usai kegiatan lapangan, seluruh sekolah tetap melaksanakan upacara penutupan MPLS secara serentak pada pukul 15.00 WIB di sekolah masing-masing.

Antusiasme Pelajar dan Komunitas

Perwakilan *Pandawa Five Point O,* *Hafiz Kurniawan Saputra* dari SMA Negeri 1 Tambelang, mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai semangat para peserta menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh apabila diberikan ruang untuk beraksi secara langsung.

"Saya bangga melihat adik-adik begitu antusias membersihkan lingkungan dan menanam pohon. Ketika saya bertanya apakah mereka ingin mengikuti aksi seperti ini lagi, mereka menjawab siap dan sangat bersemangat," ujarnya.

Hafiz berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, termasuk melalui program penanaman mangrove di kawasan pesisir Muara Gembong sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem pesisir Kabupaten Bekasi.

(Red*)