Ticker

6/recent/ticker-posts

Ketika Kedisiplinan Menjadi Jalan: Adika Palsa, Alumni Teknik Kendaraan Ringan yang Sukses Sebelum Lulus



BEKASI || Mediagardakeadilan nwes.com 
Tidak semua perjalanan menuju kesuksesan dimulai dari keadaan yang mudah. Bagi Adika Palsa, alumni SMK Teratai Putih Global 4 Bekasi jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) lulusan 2025, keterbatasan dalam pembiayaan sekolah pernah menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Namun, keadaan tersebut tidak membuatnya menyerah.

Adika memilih untuk terus bertahan dan menyelesaikan pendidikannya. Selama menjadi siswa, ia berusaha membangun kedisiplinan, ketekunan, dan rasa tanggung jawab yang kemudian menjadi bekal penting ketika memasuki dunia industri.

Kesempatan besar datang ketika Adika menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan di PT Chemco Harapan Nusantara. Masa PKL tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Adika untuk membuktikan kemampuan dan sikap kerjanya secara langsung di lingkungan industri.

Selama menjalani PKL, Adika dikenal sebagai sosok yang disiplin, tepat waktu, dan memiliki etos kerja yang baik. Ia juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap tanggung jawabnya sebagai peserta PKL. Konsistensi tersebut membuat keberadaannya tidak sekadar dipandang sebagai siswa yang sedang menjalani praktik, tetapi sebagai calon tenaga kerja yang memiliki potensi.

Sikap tersebut akhirnya membuka sebuah peluang yang tidak semua siswa dapatkan. Sebelum resmi lulus dari SMK Teratai Putih Global 4 Bekasi, Adika mendapatkan kesempatan untuk direkrut dan bekerja di PT Chemco Harapan Nusantara.

Perusahaan melihat rekam jejak Adika selama menjalani PKL sebagai salah satu pertimbangan untuk memberikan kesempatan kerja. Kedisiplinannya, kehadiran yang konsisten, ketepatan waktu, serta etos kerja yang ditunjukkannya selama enam bulan menjadi modal penting yang membuat perusahaan membuka peluang baginya untuk bergabung sebagai karyawan.

Dari PKL Menjadi Kesempatan Berkarier

Bagi Adika, kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat memberikan hasil yang tidak terduga.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan bekerja di PT Chemco Harapan Nusantara setelah sebelumnya menjalani PKL selama enam bulan. Selama PKL saya berusaha untuk selalu disiplin, datang tepat waktu, dan bertanggung jawab dengan pekerjaan yang diberikan. Saya tidak menyangka pengalaman PKL tersebut bisa membuka jalan bagi saya untuk bekerja di perusahaan ini sebelum lulus,” ujar Adika.

Kesempatan yang diperoleh Adika tidak berhenti pada proses rekrutmen. Setelah mulai bekerja, ia kembali menunjukkan sikap kerja yang konsisten. Kedisiplinan dan tanggung jawab yang sebelumnya ditunjukkan selama PKL terus ia pertahankan ketika menjadi karyawan.

Hasilnya, setelah menjalani masa kerja, Adika kembali mendapatkan kepercayaan dari perusahaan melalui perpanjangan kontrak.

Bagi seorang lulusan baru, perjalanan tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan. Dari seorang siswa yang pernah menghadapi keterbatasan dalam pembiayaan pendidikan, Adika mampu membangun jalannya sendiri menuju dunia industri melalui kerja keras dan sikap yang konsisten.

Kedisiplinan yang Membuka Pintu

Kepala SMK Teratai Putih Global 4 Bekasi, Wawan Kuswandi, turut mengapresiasi pencapaian Adika. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya membangun karakter siswa selain membekali mereka dengan kompetensi kejuruan.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Adika. Kesempatan yang ia dapatkan merupakan hasil dari proses yang ia jalani dengan baik, terutama ketika melaksanakan PKL. Kedisiplinan, ketekunan, dan etos kerja yang baik menjadi nilai penting yang membuat dunia industri melihat potensi dalam diri seorang siswa,” ungkap Wawan Kuswandi.

Secara tidak langsung, Wawan menyampaikan bahwa keberhasilan Adika juga menunjukkan pentingnya kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri. Melalui PKL, siswa tidak hanya belajar mengenai keterampilan kerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab mereka kepada perusahaan.

Menurutnya, siswa yang mampu menjaga sikap dan etos kerja selama PKL akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kepercayaan dari dunia industri.

Perjalanan Adika Palsa menjadi contoh bahwa PKL bukan sekadar kewajiban sekolah, tetapi dapat menjadi pintu masuk menuju dunia kerja ketika dijalani dengan sungguh-sungguh.

Ia pernah menghadapi kesulitan dalam pembiayaan pendidikan. Namun, ia tidak menjadikan keadaan tersebut sebagai alasan untuk berhenti. Enam bulan PKL dijalaninya dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Dari sanalah perusahaan melihat potensi dan memberikan kesempatan untuk bergabung.

Kini, setelah lulus dari SMK Teratai Putih Global 4 Bekasi, Adika tidak lagi hanya membawa ijazah dan keterampilan TKR. Ia juga membawa pengalaman nyata di dunia industri dan kepercayaan yang telah berhasil dibangunnya.

Dari PKL selama enam bulan, menjadi kesempatan bekerja sebelum lulus, hingga akhirnya mendapatkan perpanjangan kontrak. Kisah Adika membuktikan bahwa ketika kesempatan bertemu dengan kedisiplinan dan ketekunan, keterbatasan bukan lagi penghalang untuk meraih masa depan.
(Redaksi)