Ticker

6/recent/ticker-posts

Refleksi: Takut Setetes Air, Tapi Tidak Takut Pada Hak Orang Lain?


Yuk, kita simak sama-sama.

Bekasi ||Mediagardakeadilannews com

Ada sebuah ironi yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagian orang begitu berhati-hati saat berpuasa. Mereka sangat takut jika tanpa sengaja tertelan setetes air ketika berkumur, karena khawatir puasanya batal. Mereka menjaga diri dengan penuh kehati-hatian.

Namun di sisi lain, ada yang tidak merasa takut ketika mengambil hak orang lain.
Hak yang bukan miliknya, kesempatan yang seharusnya untuk orang lain, bahkan terkadang harta yang bukan haknya pun diambil dengan ringan.

Di sinilah kita perlu berhenti sejenak untuk merenung.

Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah latihan kejujuran, pengendalian diri, dan kesadaran bahwa Allah selalu melihat setiap perbuatan kita—baik yang kecil maupun yang besar.

Jika kita takut setetes air membatalkan puasa, seharusnya kita jauh lebih takut mengambil sesuatu yang bukan hak kita.
Karena setetes air mungkin hanya membatalkan puasa satu hari, tetapi mengambil hak orang lain bisa menjadi dosa yang berat dan panjang pertanggungjawabannya.

Puasa sejatinya mendidik hati.
Ia mengajarkan bahwa kesalehan bukan hanya tampak dalam ibadah yang terlihat, tetapi juga dalam sikap adil, jujur, dan menghargai hak sesama manusia.

Apa gunanya menahan dahaga seharian, jika hati masih ringan menyakiti orang lain?
Apa artinya menjaga mulut dari air, jika tangan masih mudah merampas hak sesama?

Mungkin yang perlu kita perbaiki bukan hanya ibadah yang terlihat oleh manusia, tetapi juga kejujuran yang hanya diketahui oleh hati dan oleh Tuhan.

Karena pada akhirnya, ukuran ketakwaan bukan hanya pada seberapa rapi ibadah kita, tetapi juga pada seberapa bersih hati kita dalam memperlakukan orang lain.

(Redaksi)